Selasa, 15 Desember 2015

Shakruh

Haruskah ikut seminar Forex Berbayar?

Hare gene ikut seminar berbayar ??? Loe ditipu sama pengecut frown emoticon
Semua trainer Forex/binary/option (trading) yang pake berbayar adalah pengecut. Mereka sudah mampus karena Loss di trading sehingga mencari mangsa dengan modus mengajar. Tujuan mereka adalah mendapatkan uang dari hasil seminar, sedangkan mereka sendiri tidak bisa profit. Sebagian hanya mengharapkan riba dari rebate.
Kalau menurut Anda itu salah, kenalin salah satu trainer yang Anda kenal dan suruh trading bareng dengan saya. Saya masih newbie dalam trading, bukan master apalagi jago.
Sudah Sejak beberapa tahun lalu yang ngaku trainer saya tantang gak pernah ada yang berani. Alasan mereka simple aja: "Nagapain melayani orang yang gak penting". Alasan ini kayaknya benar, kayaknya itu jawaban yang cukup sopan. Tetapi itu juga cara klasik untuk menghindar. Siapa yang pernah tahu apakah master yang disebut master dalam trading benar-benar hidup dari profit trading?
Seorang teman yang rajin ikut seminar ke mana-mana, membuktikan tak ada master yang disebut jago trading yang telah hidup dari profit trading. Mereka hanya mengharapkan uang dari biaya seminar. Teman yang lain, tahun lalu kami bertemu, dia punya teman akrab yang disebut juga master, dan namanya melegenda di Indonesia. Sistem tradingnya masih disebut-sebut sampai sekarang. Rumahnya besar, mobil bagus, hasil darimana? Dari rebate saja, bukan dari trading.
Masih tahun lalu, seorang baru kenal datang menemui saya dari surabaya. Dia berniat ingin pesan EA yang tujuannya hanya untuk menghibur investor saja. Walau Equity menurun yang penting balance makin besar. Dapat rebate banyak. Investor ditunjukin balance yang naik, equity tidak perlu dijelaskan. Kalau pada akhirnya MC maka sudah ada kesepakatan bahwa "trading ada resikonya". Jadi yang untung siapa? Untungnya dari mana?
Bahkan di luar negri, ada teman di ausie yang ikut seminar hari pertama. Belum selesai seminar dia ditawari seminar berikutnya seharga $3000. Tetapi teman ini balik nantang trading live, kalau trainer menang dia bayar 2 kali lipat tanpa harus ngajarin teman itu. Harusnya gampang dong kalau benaran pintar... Tapi mereka malah menghindar. Biasanya training diadakan pas market tutup. Pas lagi harga bergerak paling juga main tebak-tebakan saja.
Saya juga kenal dengan mantan pemilik Future ternama di Indonesia. Dia beritahu bagaimana mereka sangat bergembira ketika nasabah deposit. Dan ketika hari jumat tiba, harga bergerak cepat, itulah salsah satu waktu yang paling TOP untuk mengharapkan/membuat nasabah kehilangan semua uangnya. 80% kerugian buat mereka dan sisanya dilempar ke pedagang. Saya kurang mengersi semua istilah yang disebutkan. termasuk istilah DQ. Harga mau kena TP tahan aja. Harga sudah dekat SL kenain aja, semua tinggal pencet, beres. Dana nasabah pindah tangan. Amplop ke B***epti wajib dong. Itu dulu. Sekarang gmn? entahlah...
Kesimpulannya adalah: Tidak seorang pun bisa profit di dunia trading, dan belum ada yang pernah membuktikannya,
Kesimpulan di atas salah. Yang mau saya sebutkan adalah bawah sangat banyak bajingan di dunia trading ini. Mereka sudah lupa untuk apa mereka bekerja dan untuk apa mereka hidup. Urusan keadilan, urusan kejujuran, urusan akhirat sudah jadi paling buntut buat mereka. Jadi, waspadalah... waspadalah...
Tidak banyak teman yang saya kenal, yang hidup dari trading. Umumnya mereka santai aja saat rading. Umumnya mereka tidak menentukan target profit tetapi membatasi Loss. Mereka tidak mencari peluang untuk membuka posisi, tetapi menunggu peluang muncul dan mereka masuk. Mereka tidak menebar screenshot, mereka tidak mencari murid, mreka tidak membuat seminar untuk mendapat bayaran, mereka tidak mempromosikan broker demi rebate, mereka tidak mau disebut master. Diantara mereka ada yang pakai EA, ada yang hanya pakai indicator biasa tapi trading manual, dan ada yang tidak pakai apa2 kecuali beberapa garis saja.
Perbedaan yang paling mencolok antara tukang depo dan tukang WD adalah:
1. Tukang Depo membatasi TP dan tidak membatasi SL. Sedangkan tukang WD membatasi SL tetapi tidak membatasi TP.
2. Tukang Depo membiarkan posisi yang loss berlama-lama tetapi menutup yang profit dengan segera. Sedangkan tukang WD membiarkan order yang profit berlama-lama tetapi menutup order yang loss dengan segera.
Selain itu, tidak ada lagi perbedaan mencolok antara mereka.
Jadi sekarang Anda tahu, ketika saya menantang trainer trading yang berbayar, sebenarnya saya sedang menantang Tukang Depo. Trus mengapa takut? Anak kecil aja bisa... pacman emoticon
Masih mau ikut seminar berbayar ???
to be continue kalau ada yg nantang hahaha....



(share oleh FB : Soe Hoe )

Subscribe to this Blog via Email :