Selasa, 07 Februari 2017

Marco Van Houten

Bagaimana Menggunakan Stochastic Multi Timeframe

Sebelumnya anda harus sudah mengetahui mengenai penggunaan indikator stochastic oscilator yang bisa memberikan sebuah signal arah harga secara dini. Jika indicator ini digunakan di multi timeframe seperti M15, H1, dan juga H4 akan menjadikan kita lebih hati hati dalam mengikuti signal indicator stochastic. Apabila dasar pengetahuan mengenai stochastic sudah kita ketahui, maka strategi trading menggunakan stochastic multi timeframe bisa kita terapkan dengan mudah. Mengingat strategi ini menggunakan stochastic pada timeframe yang berbeda, diperlukan sebuah kesabaran dan kehati hatian dalam mengambil open posisi. Jika kita tidak sabar dan hati hati, strategi ini akan percuma saja.
Strategi menggunakan stochastic saja di 3 timeframe memiliki tingkat akurasi sampai 70%. Tergantung dari situasi pasar dan juga pengaruh fundamental. Sehingga penerapan money management yang baik juga diperlukan.

Strategi trading menggunakan Stochastic Multi Timeframe

Multi timeframe yang ane gunakan biasanya 3 timeframe. Mungkin bisa menggunakan 4 atau 5 timeframe tapi nanti semakin banyak, akan membuat kita kebingungan untuk menentukan open posisi.

Indikator yang digunakan dan cara setting indikatornya

Penggunaan indikator stochastic sebenarnya sangat mudah. Kamu tinggal menggeser indikator yang ada di sebelah kiri chart metatrader ke chart yang lagi kebuka. Setelah itu kita biarkan saja settinganya standard. Kalau ane lebih suka pakai settingan 5,3,3. Karena semakin kecil akan semakin cepat memberikan signal. Coba lihat settingan indikator stochastic di bawah.



Untuk indikator yang digunakan, hanyalah menggunakan stochastik saja. Lebih mudah dan simple. Karena semakin sedikit indikator, akan mempermudah kita dalam menganalisa. Kalau indikatornya kebanyakan akan percuma saja. Malah bisa bikin komputer jadi berat.

Cara analisa menggunakan stochastik di multi timeframe

Untuk cara menganalisanya sangat mudah. Kamu tiggal lihat stochastic itu crossing atau menyilang kemana. Jika menyilang ke atas, itu artinya signal buy, dan jika menyilang ke bawah artinya signal sell.

Selain itu, juga bisa menganalisa menggunakan sistem overbought dan oversold. Jika stochastic melewati garis 80 itu artinya sudah mulai overbought dan siap siaplah untuk melakukan open posisi sell. Dan jika melewati garis 20 maka bisa disebut oversold atau jenuh jual. Lakukan open buy menunggu konformasi kross stochastic.

Sementara jika di kaitkan dengan strategi trading menggunakan stochastic multi timeframe, kita harus mengamati stochastic di 3 timeframe yaitu Timeframe M15 sebagai entri, H1 sebagai konfirmasi trend signal, dan H4 sebagai main signal atau signal utama. Jadi setiap open posisi itu berdasarkan stochastic di Timeframe H4 dan H1.
Dan untuk eksekusi silahkan menggunakan signal stochastic di timeframe M15. Kamu bisa membuka satu chart dengan settingan stochastic yang sama dan mengganti timeframe sesekali kita inginkan atau membuka 3 chart sekaligus. Itu terserah pada anda. Mau pakai 3 monitor juga tidak masalah.

Berikut contoh signal berdasarkan 3 timeframe stochastic oscillator di chart ane beserta signal open posisinya.

contoh signal di 3 timeframe menggunakan stochastic


Jika menggunakan sistem strategi divergence juga bisa sebenarnya. Tinggal memadukan di Timeframe H1 dan juga H4. Contohnya bisa lihat di bawah.

contoh signal di 3 timeframe menggunakan stochastic


Kelemahan strategi stochastic oscillator

Kelemahanya hanyalah pada situasi pasar yang tidak wajar, biasanya terjadi saat rilis berita penting. Untuk itulah berhati hati jika berita penting akan dirilis. Karena pergerakan harga pada saat berita sangatlah besar dan sangat cepat. Kalau open posisi terpaksa wajib memperhatikan terus pergerakan chartnya agar tidak kecolongan

Semoga bermanfaat!

Subscribe to this Blog via Email :