Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 08 Desember 2017

Marco Van Houten

Tiga Tipe Dealing Broker Forex

Artikel ini akan sedikit mengupas mengenai jenis-jenis Dealing atau Keputusan Transaksi yang dilakukan oleh broker forex terhadap klien atau nasabah trading mereka. Mari lupakan sejenak ungkapan sinis bahwa broker itu ada yang Bandar dan Non Bandar, kita akan membahas kinerja broker ini secara teknis secara transparan dan obyektif.

Prinsip Counter Party
Sebelum melangkah mengenai jenis Dealing, ada baiknya Anda mempelajari dahulu tentang mekanisme yang bekerja dalam sistem forex trading, sistem ini disebut dengan Sistem Mitra Pengimbang atau Sistem Counter Party. Memahami konsep Counter Party adalah hal yang esensial untuk mempelajari forex trading dari segi bisnis broker, sebab konsep Counter Party menjelaskan mengenai hubungan perlawanan antara 2 pihak: Pencetus Order dan Penerima Order.
Intinya Sistem Counter Party menjelaskan bahwa jika ada satu pihak sebagai Pencetus Order yang meminta order satu posisi (misal BUY volume 1 lot) , maka agar transaksi terjadi maka di lain pihak HARUS ADA yang bertindak sebagai Penerima Order dan mengambil Posisi berlawanan dengan si Pencetus, dalam Hal ini si Penerima Order harus melakukan SELL volume 1 lot.
Dalam sistem Counter Party dijelaskan pula mengenai Manajemen Resiko mengapa jika Pencetus Order untung maka si Penerima Order rugi dan sebaliknya. Sebab pada hakikatnya Trading forex adalah trading, yaitu jual-beli. Jika ada penjual maka ada pembeli, dan sebaliknya. Dalam jual-beli, untung dan rugi adalah hal yang lumrah, hanya saja dalam forex untung dan rugi tersebut diakibatkan oleh fluktuasi harga.

Jenis Dealing dalam Forex
Sesuai dengan konsep Counter Party, dalam trading forex si Pencetus order sudah jelas trader klien yaitu : ANDA. Sedangkan si Penerima Order bervariasi, boleh jadi si broker itu sendiri, atau bisa jadi Pedagang, Liquidity Provider, Bank, atau bahkan broker lain yang mau menerima orderan tersebut. Pada prinsipnya jenis Dealing dalam forex trading yang dilakukan broker hanyalah menentukan SIAPA YANG AKAN MENERIMA SUATU ORDER dari klien.
Secara prinsip ada 3 metode Dealing yang dilakukan broker di bagi menjadi tiga:
1. Dealing STP
2. Dealing DD
3. Dealing Hybrid

Tipe Dealing Broker Forex

Dan saya akan menjelaskannya satu persatu, untuk penjelasan digramnya Anda bisa lihat di bawah:

1. Dealing STP (Straight Through Processing)
Dalam dealing STP berarti setiap order akan dilempar langsung ke pasar, dengan kata lain broker TIDAK BERTINDAK sebagai Penerima order dari klien tetapi hanya meneruskannya ke pasar dan mengambil komisi/spead dari situ. Kemudian salah satu komponen pasar akan menerima order tersebut (entah siapa pun) dalam hal ini bisa jadi pedagang, Liquidity Provider, Bank, atau bahkan broker lain.
Pertanyaannya sekarang: Apa yang terjadi jika di Pasar tidak ada yang bersedia menerima orderan? Jawabannya maka order itu akan “dikembalikan” lagi ke klien, dan klien akan melihat dalam monitornya dengan keterangan: “REQUOTE” atau “OFF QUOTE” .

2. Dealing DD (Dealing Desk)
Dalam DD, broker menjadi penerima langsung dari order yang dikirimkan oleh klien. Dalam DD, broker bertindak sebagai Bandar atau istilah kerennya: "Market Maker". Sesuai dengan mekanisme Counter Party, apabila harga kemudian berfluktuasi menguntungkan klien (sebagai Pencetus Order) maka broker akan mengalami kerugian karena dia mengambil posisi yang berlawanan, dan sebaliknya. Dengan kata lain: broker menjadi lawan dari klien secara langsung.
Pertanyaannya sekarang pun sama: Apa yang terjadi jika broker TIDAK bersedia menerima orderan? Jawabannya maka order itu juga akan “dikembalikan” lagi ke klien, dan klien akan melihat dalam monitornya dengan keterangan: “REQUOTE” atau “OFF QUOTE” . Dengan kata lain klien akan gagal masuk Open Posisi berkali-kali. Entah mau dikatakan curang atau tidak, tapi hal ini memang disengaja oleh broker manakala dia melihat orderan dari klien akan”membahayakan” broker.
Ketika order diterima maka transaksi pun terbuka (Open).
Klien atau broker akan mengalami untung-rugi secara berlawanan, namun semua untung dan rugi ini hanya sementara, karena—sebagaimana Anda tahu--transaksi masih terbuka dan harga masihlah floating hingga kemudian transaksi di-Close (di-likuidasi) oleh salah satu pihak.
Setelah transaksi tertutup maka hasil akhirnya akan terlihat: apabila transaksi tersebut hasilnya klien mengalami kerugian dalam jumlah tertentu, maka jumlah kerugian tersebut menjadi keuntungan bagi broker, sedangkan sebaliknya juga berlaku, apabila hasil akhirnya klien profit maka broker-lah yang rugi karena harus menanggung keuntungan klien.
Klien sebagai Pencetus transaksi adalah yang berhak menutup transaksi yang terbuka, sebagaimana Anda belajar dalam tehnik trading, klien bisa menutup transaksi dengan Eksekusi Langsung, Stop Loss atau Target Profit. Dan broker sebagai Penerima Order TIDAK BOLEH menutup transaksi kecuali jika Margin klien mengalami kerugian dan sudah habis (Margin Call).
Jika broker menutup transaksi secara sepihak padahal margin klien masih kuat dan/atau menghalang-halangi klien menutup transaksi; maka bisa dikatakan bahwa broker tersebut sudah berbuat curang.

3. Hybrid (Risk Management Dealing)
Dealing jenis Hybrid adalah dealing yang merupakan PERPADUAN antara STP dan DD, maksudnya dalam setiap setiap order yang masuk dari klien broker berhak menentukan : Apakah order itu mau diterima langsung (DD) atau diteruskan ke pasar (STP). Mengoperasikan jenis dealing ini tidak mudah karena membutuhkan satu keahlian yaitu Manajemen Resiko. Tapi bagaimanapun jenis dealing inilah yang banyak digunakan oleh broker-broker professional skala besar.
Semua broker professional menggunakan jenis dealing Hybrid, itu sebabnya mereka memiliki Tim Ahli tersendiri sebagai analis untuk manajemen resiko, gunanya adalah mem-filter jenis transaksi mana yang mau diterima atau diteruskan ke pasar.
Sebagai contoh : Tim Analis memprediksi pair EUR/USD akan naik alias bullish, maka Tim ini akan mengeluarkan Perintah Rahasia untuk broker tersebut: “Ambil (terima DD) semua order SELL, tetapi teruskan (STP) semua order BUY!!” . Maksudnya broker tersebut akan menjadi Penerima Order bagi setiap Order SELL EUR/USD, karena mereka yakin EUR/USD akan naik sehingga jika ada yang ambil Sell pasti kemungkinan besar akan Loss (posisinya salah) sehingga broker ini akan mendapat keuntungan besar dengan menjadi lawan posisinya.
Sebaliknya jika ada order BUY maka broker tersebut memilih untuk tidak melawan dan meneruskan order tersebut ke pasar, karena posisi mereka adalah benar, jika order tersebut diterima maka akan membahayakan broker karena broker memasang posisi lawannya yaitu SELL, padahal harga akan naik ke atas. Demikian semoga jelas.
Dalam postingan berikutnya saya akan mengulas mengenai “Siapa broker yang bandar dan yang bukan bandar”, ini bukan dari Analisa subyektif, tapi berdasarkan kinerja dan sifat broker. Sekalipun sebuah broker tidak mengaku sebagai bandar, tetapi mereka terlihat mem-bandarkan-justru dari ciri-cirinya.

Sebelumnya anda dapat membaca Bisnis Forex Ditinjau dari Sisi Broker Forex
Read More

Rabu, 06 Desember 2017

Marco Van Houten

Tanya jawab seputar Mining/ Menambang Bitcoin


Menambang / Mining Bitcoin
Tanya : Saya pingin ikutan Mining BITCOIN gimana caranya om? Saya belajar apa? Ngapain aja? Habis itu diapain?
Jawab : pertama bikin akun di vip.bitcoin.co.id lalu bikin akun di www.nicehash.com plus walletnya sekalian. Kalo sudah jadi dan terverifikasi. Silahkan belanja alatnya, ada 2 type yaitu asic atau GPU. saran saya pakai gpu dlu buat belajar.

Contoh spek nya atau komputernya
ram ddr4 8gb
proc g4560
ssd 120gb
mobo biostar tb250
psu andyson 600

Tanya  : Kalau pake merk atau jenis lain gimana?
Jawab : boleh aja asal bisa untuk mining, ada group yang bisa bantu kasih masukan merk2nya. nha untuk vga yang bisa jalan contohnya dibawah ini ya, silahkan cari seller yang terpercaya murah dan bersahabat.

vga amd
rx460, rx470, rx570 dll
vga nvidia
gtx 1050, 1060, 1080 dll

Hasil berapakah vga kita monggo cek disini https://www.nicehash.com/profitability-calculator

setelah rig mining jadi, diinstal windows bajakannya ( kidding ) silahkan download softwerenya di https://github.com/NiceHash/NiceHashMinerLegacy/releases/tag/1.8.1.5

jangan lupa siapkan instalasi listriknya, saran pake kabel 2,5mili biar strong..

ok saya anggap instalasi rignya beres, download beres, instal2 beres.. habis itu pilih server, di isi nomer walletnya, kasih nama rignya. benchmark dlu, setelah selesai benchmark tinggal di start terus biarkan nyala 24jam x satu tahun.. jangan lupa internet kasih yg stabil ga perlu kenceng ..

Tanya : Lalu kita dapet apa sih, duitnya darimana, cara nariknya sampe jadi rupiah gimana?
Jawab : yang kita lakukan dengan komputer kita atau rig kita sebut. Yaitu menyewakan has power untuk menghitung algoritma, setiap algoritma dari coin tertentu kita pecahkan maka dikasih upah. begitulah kira2 asal kita dapet bayaran darimana, kalo simplenya komputer kita disewa kinerjanya. Lalu besar kecil pendapatan itu ya tergantung seberapa besarkah h/s yang dihasilkan dari jenis vga atau GPU nya.
Nariknya mah gampang itu om, ada changer yg jual beli coin nya. jadi tinggal tuker aja di changer. kita dah terima rupiah deh..

Tanya : Resiko Mining/ Menambang Bitcoin gimana om?
Jawab : Resiko ada 2, alat kita jebol sebelum balik.modal atau cryptocurency nilainya hancur2an. jadi alangkah baiknya menggunakan dana yang sumbernya tidak mengganggu kehidupan, anggaplah ini kursus berbayar.

Tanya: Lalu kalau prosedur untuk bisa tahu tentang trading Bitcoin dimana?

Jawab: Beberapa broker forex telah menyediakan platform yang mendukung Cryptocurrency seperti Bitcoin. Untuk lebih jelasnya bisa dibaca2 terlebih dahulu di Broker Cryptocurrency – Panduan Trading Lengkap
Read More

Jumat, 03 November 2017

Marco Van Houten

Sharing Pengalaman Mengikuti Kursus Forex

Berikut adalah sharing pengalaman salah seorang trader forex yang pernah mengikuti pelatihan kursus Forex.

Dari dulu banyak banget yang buka pelatihan tentang forex dengan 1001 janji manisnya.
Sekarang begini, kalo orang waras itu, biasanya bikin seminar ,kelas atau pelatihan di bidang yang memang dia kuasai dan bisa dia buktikan kalau dia memang menguasai itu. Dan seharusnya, kita sebagai "sang pencari ilmu" tersebut dalam mencari guru, master, pelatih, pengajar, coach atau apapun itu, harus menyeleksi dengan benar tentang orang yang membuat pelatihan tersebut.

Kita semua tahu, bahwa trader forex yang benar2 trader itu pertumbuahan grafik akunnya pasti selalu bertambah "SETIAP TAHUN". Jadi menurut saya, untuk melihat mana guru, master, pelatih, pengajar, coach atau apapun itu yang bener2 trader, bisa kita lihat kualitas hidupnya (terutama dari segi ekonomi) dari tahun ke tahun. Saya yakin teman2 disini 90% sudah pernah membuat table compounding kan? hahahaha

Gambar adalah salah satu penipu forex yang ditangkap di Gresik


Nah,trader forex beneran adalah trader yang berhasil menjadikan table itu menjadi kenyataan dan dimasukkan kedalam kehidupan nyata dia.
Misalkan ada seorang trader, Tahun pertama dia cuma punya uang 100jt dan sebuah motor 150cc. Bila dia bisa profit at least100% per tahun maka 200jt (1st year) - 400jt (2nd year) - 800 jt (3rd year) - 1,6 M (4th year) - 3,2 M (5th year).

Sekarang logikanya, masa sih setelah 5 tahun kehidupannya gitu2 aja? Pasti beda donk, entah dia punya rumah baru, mobil baru, atau se enggak2 nya dia punya MoGe baru.
Saya pernah , punya master yang katanya jago trading, bisa profit sekian puluh persen per bulan, tapi pas kopdar ke tempat tinggal dia, pas dia lagi trading, saya liat balance nya cuma $1000 dia pake lot 1 dan lagi floating minus 10 pips sambil mukanya pucet keringet dingin, pas floating + 9 pips langsung dia CP dan langsung deh omong gede membangga2 kan dirinya ke saya serta tidak lupa menjelek2an master trading Facebook lain. Jujur dari dalam hati saya bingung banget waktu itu. Di dalam diri saya ada pertanyaan besar "Kok master trading kayak begini".

Jadi intinya, saran dari saya. Tetlitilah dalam mengikuti sebuah seminar, pelatihan kelas forex atau apapun itu. Cari rekam jejaknya. Kalau perlu tanya orang2 di sekitar dia tentang seperti apa kehidupannya beberapa tahun lalu, terus bandingkan dengan tahun ini. Prestasi apa yang sudah dia raih beberapa tahun ke belakang.
Karena bagaimanapun dunia forex di Indonesia sudah memakan korban yang tidak sedikit akibat oknum2 yang mengaku jago trading padahal cuma cari korban rebate atau cari penghasilan dari uang pelatihan yang dia sendiri gak ngerti apa yang dia ajarkan.
Read More

Selasa, 03 Oktober 2017

Marco Van Houten

Timing yang Tepat untuk Entry Market Forex

Banyak trader melakukan entry market hanya berdasarkan analisa indikator, sinyal forex gratis, dsb, namun kurang memperhatikan timing yang tepat untuk melakukan entry forex.

Saya kasih contoh untuk melakukannya, misal TF H4
Candle Stick H4 terdiri dari 4 candle H1, 8 candle M30, 16 candle M15 dst
Candle H4 terjadi setiap 4 jam sekali, dimulai dari pembukaan market jam 05:00, lalu 09:00, 13:00, 17:00, 21:00, 01:00

Saat open candle BEARISH (misal) jam 17:00, harga open candle menjadi patokan entry kita. Silahkan entry 0.2 lot. lakukan marti 0.3. lalu 0.5 lot.
Pada prinsipnya candle harus membentuk body. Harga akan kembali ke open price. Saat harga bergerak membentuk BODY, silahkan diclosed sesuai dengan target yang sudah Anda tetapkan, misal 100 pips.
Yang 0.2 lot profit, yang 0.3 profit lebih besar, yang 0.5 lot profit lebih besar lagi



Demikian sebaliknya dengan candle BULLISH untuk melakukan open BUY
.
Read More

Kamis, 21 September 2017

Marco Van Houten

Bagaimana Hubungan Indikator Forex dan Penggerak Market Forex

Miris banyak yg jualan indikator dan robot forex dari yg murah sampai mahal... mereka mengklaim indikatornya tidak repaint tidak meleset atau akurasinya 90% ++

Baiklah langsung saja kita bahas dikit hubungan indikator forex dan penggerak market forex itu seperti apa sebenernya.
Sebelumnya kita kenalkan beberapa istilah berikut.
Penguasa pasar (PP) adalah penentu kemana arah pergerakan harga bukan sebuah indikator.
Ini harus di catat dan di ingat2 terus.
Istilah PP sama dg CB (candle bank) atau BP (big player) atau Penggerak Harga (driven price).

Inilah alasan kenapa trading yg profitable dan konsisten itu bisa dengan hanya mengikuti kemauan penguasa pasar.
Karena arahnya jelas mau kemana, dan dg trading sesuai dengan arah kemauan mereka insya Alloh pasti profit.
- PP BUY = Harga Kesepakatan untuk Buy
Berarti ketika harga sudah sampai ke area titik tersebut, penguasa pasar sepakat untuk BUY
- PP sell = Harga kesepakatan untuk Sell
Berarti ketika harga sudah mencapai area titik tersebut, maka Penguasa pasar sepakat akan sell


Indikator penggerak forex


Gambaran : EURUSD
Seandainya sebuah indikator sudah menunjukkan overbought (prediksi harga sudah di puncak) tetapi di market tidak ada yg sell sama sekali, kebetulan harga juga tidak turun, Jadi apa yg terjadi apakah indikator tersebut salah atau benar ?
Ingat... faktor apa yg mempengaruhi pergerakan harga market ?
Yaitu dari sisi psikologi nya pihak terkait berharap dengan menahan harga bergerak di sebuah area tertentu itu, berharap akan mampu mempengaruhi pelaku pasar.

Sehingga mereka membuka posisi atau OP sesuai dg kemauan trader hasil analisa indikator tersebut.
Tetapi sayang sekali...pelaku pasar yang ketipu hanyalah kita trader kecil.
Sedangkan bank? Para pemodal besar setara bank? Mereka tdk ada yg ketipu.
Pernah tdk kita mengalami kejadian seperti ini.

“Wah sepertinya... dollar katanya akan melemah nih dan banyak analisa serta indi mahal2 juga menunjukkan arah turun. Ambil sell ah...”
Namun tdk lama setelah itu, harga terbang tinggi lupa turun...
Widiew...apa2 an ni... indikatornya ga bener ni... gimana sih analisanya...
#$%&*£€÷¥₩... ???
Lalu apakah indikator bisa kita sepelekan? TIDAK..!!!

Ilustrasi lagi :
Ada kota Surabaya dan kota jakarta.
Kita ada di tengah kedua kota tersebut, misal di jogja lalu ingin pergi ke kota Jakarta dg bus umum, maka kitapun berdiri dipinggir jalan untuk mencari bus.
Tak lama kemudian ada sebuah bus lewat, dan kita menyetopnya, bagaimana kita tahu kalau itu mau ke kota Jakarta?
Karena ada faktor petunjuknya, misalnya bus itu mukanya mengarah ke kota Jakarta. Kan ga mungkin juga dia mau jalan mundur ke kota Surabaya ?

Tapi ga ada salahnya juga seandainya bus itu ke kota Surabaya.
Bisa saja dia mau jemput penumpang dulu ke kota cilacap, kemudian baru berbalik lagi ke kota Surabaya.
Boleh juga kan seperti itu ?

Jadi inti dr sebuah analisa dengan indikator forex memang tidak kita ragukan.
Analisa itu ibarat MUKA BUS, kita tahu arah bus itu kemana larena kita melihat MUKA nya.
Jadi kalau tadinya analisa kita terhadap bus tersebut mau kekota Jakarta, ya kita ikut.
Akan tetapi jika ditengah perjalanan ternyata kok dia hanya jemput penumpang saja di cilacap dan mau balik lagi ke kota Surabaya, ya mau tidak mau kita harus turun karena kita naik BUS yang salah.

Ingat terus rumus akumulasi ini : ( Profit > loss = Profit )
Sekarang kita sudah tau bagaimana hubungan kekuatan indikator dan bagaimana konsep analisa pergerakan market itu.
Jangan sampai terjebak oleh rayuan2 manis yang tidak jelas dan cenderung menyesatkan.

Indikator sebagus apapun... semahal apapun... tidak akan bisa merubah arah tujuan bis itu sendiri, karena bis bergerak tidak menuruti indikator tetapi menurut kemauan si sopir . Suka2 si sopir mau jalan kemana kan... kok jadi bis ini.
Maksudnya market dikendalikan oleh para penguasa pasar dan mudah-mudahan kita bisa jadi Sopirnya...!!
Salam SAM FX Future
Read More