Jumat, 19 Oktober 2018

Marco Van Houten

Apakah Benar Trading Forex itu SUSAH ?

Apakah Benar Trading Forex itu susah, berat atau sulit bagi sebagian orang? Sebetulnya tidaklah mengagetkan fakta bahwa dalam bidang bisnis / usaha apapun, jumlah orang yang berhasil SELALU lebih sedikit dibandingkan orang yang gagal. Demikian halnya pulda di bidang trading forex.

Ada pendapat mengatakan bahwa trading forex dianggap berat karena para pelakunya dituntut untuk bisa "meramal" dengan berbagai macama analisa kemana harga akan bergerak. Baik menggunakan analisa teknikal maupun analisa fundamental.
Hal yang banyak membuat para pelaku usaha trading forex merasakan tekanan yang cukup tinggi dan akhirnya terlalu memaksakan kehendak.

Trading forex bukan sekedar jual dan beli, trading bukan sekedar chart. Trading forex bukan sekedar analisa teknikal dan fundamental, Trading forex juga bukan untung-untungan.



Faktor lainnya adalah TIDAK MENGENAL DAN MEMAHAMI kondisi realita bagaimana market forex bekerja sehingga bisnis ini kelihatan sulit dan membingungkan bagi mereka. Tradinglah berdasarkan fakta apa yang terjadi di market, bukan berdasarkan asumsi / harapan kita sendiri. Jika analisa salah, toh kita sudah menyiapkan batasan resikonya (stop loss).

Jangan takut merasa terlambat. Loss biasanya lebih banyak terjadi ketika trader terlalu cepat / terburu-buru entry. Mereka yang terlambat seringkali justru selamat. Kalaupun sama-sama kena loss, yang entry lebih dahulu lossnya lebih parah daripada yang entry terlambat.

Dalam ilmu BERBURU, ada ilmu penting yang harus dimiliki selain kemampuan menembak, yaitu ilmu MENUNGGU.

Menunggu adalah separo keberhasilan. Ketika seekor singa memburu mangsa, sebagian besar waktunya dihabiskan untuk mengendap2 menunggu saat yg tepat, bukan berlari kesana kemari mengejar mangsa.


Bagaimana sebenarnya kondisi market forex yang sesungguhnya ? Mari kita bahas satu per satu.

1. BISNIS TANPA ATURAN.

Sejatinya trading adalah sebuah bisnis tanpa aturan sama sekali. Market hanya bergerak naik dan turun selama 24jam penuh ( 5 hari ). Oleh karena itu, kita sendiri lah yang harus membuat aturan / rencana.

    Mau trading jam berapa.
    Masuk dan keluar market jam berapa.
    Menentukan target profit dan menyiapkan resiko berapa.
    Dan sebagainya.

Buatlah rencana sedetail mungkin, semakin detail semakin baik. Dan jalankan rencana itu secara disiplin dan konsisten. Jangan berusaha mengubah rencana ketika di tengah perjalanan. Jika belum menyentuh batas profit atau loss, biarkan saja.

Dengan konsisten melakukan rencana tersebut, kita akan mendapati profit dan loss secara bergantian sehingga menemukan sebuah POLA. Kapan rencana tersebut berakhir dengan profit, dan kapan rencana tersebut berakhir dengan loss.

POLA tersebut akan menjadi trading plan yang senantiasa diulang, dievaluasi, dan diperbaiki sehingga kita semakin memahami sisi kelebihan dan kekurangannya.

2. MEMILIKI JUTAAN KEMUNGKINAN.

Karena trading itu dinamis dan tanpa aturan, sehingga pilihan dan kemungkinannya menjadi sangat banyak ( bahkan tidak terbatas ). Setiap trader bebas menentukan trading plannya, sesuai dengan kemampuan dan kesibukan masing-masing.

Meskipun menggunakan metode dan indikator yang sama, bisa menghasilkan cara trading yang berbeda. Misalkan sama-sama menggunakan indikator Fibonacci Retracement, tetapi cara narik garisnya berbeda, maka menghasilkan sudut pandang yang berbeda pula.

Dalam trading subjektifitas berlaku sebab analisa memang sifatnya subjektif. Tidak ada kebenaran mutlak, kita bebas menggunakan metode atau analisa apapun. Selama bisa profit dan nyaman buat kita, analisa itu dianggap besar.

Kunci utamanya adalah kita sudah menentukan batasan profit dan loss dengan jelas, siap mental jika seandainya analisa itu berakhir dengan loss, dan YAKIN tidak selamanya analisa kita salah terus.

Trading adalah SENI menganalisa kemungkinan ( probabilitas ) BUKAN kepastian.

Sama seperti hidup tidak ada kepastian, hanya berisi kemungkinan demi kemungkinan. Pasti sukses itu tidak ada, pasti gagal juga tidak ada. Tugas kita bagaimana memperbesar kemungkinan sukses dan memperkecil kemungkinan gagal.

3. HARGA BERGERAK BEBAS DAN DINAMIS.

Harga kalau mau naik, biasanya turun dahulu. Harga kalau mau turun, biasanya naik dahulu. Tidak pernah ada garis lurus. Disinilah mengapa banyak trader merasa "tertipu".

Cara terbaik supaya terhindar dari perasaan "ditipu market" adalah SABAR MENUNGGU sampai harga benar-benar memberikan sinyal yang jelas.

Ketika ada trend, jangan berusaha melawannya karena perubahan arah trend tidak terjadi secara instant dan tiba-tiba. Biasanya butuh waktu untuk konsolidasi ( Sideways ) beberapa saat. Kemudian selanjutnya ada 2 pilihan : trend berlanjut atau trend berbalik.

Tidak ada kata terlambat di market. Menurut kita harga "sudah" rendah, bisa bergerak lebih rendah lagi. Atau harga sudah tinggi ternyata bisa bergerak lebih tinggi lagi.

Singkat kata, buatlah sistem dalam setiap langkah usahamu dalam forex karena sistem ini akan meringankan usaha forex sehingga menjadi lebih MUDAH.

5 stars - based on 19 reviews

Subscribe to this Blog via Email :