Minggu, 23 Agustus 2020

Shakruh

Mancing Profit di Trading Forex

Saya beberapa kali ikut teman saya yang hoby mancing, baik mancing di kolam maupun di  sungai.
Salah satu teman saya yang bernama Baridin, dia berfatwa "mancing tuh simple, umpannya cukup cacing"

Teman saya yang lain bernama, sebut saja codot, dia berfatwa "mancing kalo mau dapet banyak ikan, umpannya harus bagus, pake sarden, pelet, telur bebek, kroto"

Saya beberapa kali ikut mereka mancing, lalu risk & reward ratio lebih bagus mana antara baridin dan codot? Secara teori, cara codot meracik umpan lebih keren jika dibandingkan dengan baridin yang hanya mengandalkan cacing. Kemungkinan codot akan mendapatkan lebih banyak ikan. 

Tapi, ada tapi nya nih gaes.. 😂

Mancing profit di trading forex


Setiap melangkah dalam suatu usaha, dalam hal ini adalah usaha mancing 😁. Yang harus kita perhitungkan adalah resiko. 

Kalian bisa bayangkan nggak? Jika umpan racikan codot yg bernilai puluhan bahkan ratusan ribu rupiah ternyata dimakan oleh ikan sapu-sapu, dan umpan cacing baridin dimakan oleh ikan yang sama, siapa merugi? Tentu saja codot.

Kemudian jika umpan mereka sama-sama dimakan oleh ikan mas, siapa yang paling diuntungkan? 

Ya jelas barisin lah, hanya bermodalkan cacing. 

Demikian pula dengan stigma berbisnis di forex, sebagian orang bilang "untuk sukses di forex, harus punya modal besar"

Coba deh cara berfikirnya dibalik "semakin besar modal yang dikeluarkan, semakin besar pula resiko nya"

Banyak diantara mereka yang menginvestasikan dana $1000 hanya untuk mencari profit $10 per hari. Ini sama dengan modal 100rb IDR hanya untuk mancing 1 ekor ikan mas. Resiko dan reward yg tidak sebanding.

Jadi, kalau cuma nyari $10 per hari, nggak usah lah meresikokan $1000. Cukup $10 sebagai umpan, jadi kalau nanti MC ya nggak stress, wongcuma kehilangan $10.

Demikian,
Tukang mancing

Subscribe to this Blog via Email :