Minggu, 26 Januari 2020

Shakruh

Belajar Memahami Perdagangan Derivatif Forex

Saya salah satu orang yang sering membuka grup, community di facebook, LinkedIn, MQL5, forex factory, blomberg dan sering membaca tulisan para trader yang bingung apa sih fungsi sesungguhnya perdagangan derivatif forex & komoditi. 
Itu sebabnya mari belajar memahami perdagangan derivatif forex dan komoditi. Apa fungsi broker dan apakah ini dikategorikan judi / untung-untungan??

Memahami perdagangan derivatif forex dan turunannya


7 tahun lalu saat saya masih studi di ekonomi, saya menyadari salah satu kelebihan saya ada di bidang statistika. Berawal dari sana alhamdulillah hari ini saya menjalankan beberapa perusahaan jasa keuangan seperti asset management, white label, IB dan pialang / broker multilateral di Indonesia & bekerja sama dengan beberapa Hedgefund dari Thailand yang mengelola jutaan $ investor dari beberapa negara seperti China, Hongkong, Macau atau Asia Tenggara.

Hedgefund itu juga salah satu perdagangan derivatif / turunan dari forex. Saya juga melakukan transaksi deal client hanya di Liquidity Provider Syariah. Kadang orang mencampur adukkan riba & capital gain. Padahal capital gain itu boleh dan halal dalam muamalah. (baca juga : Masihkah Anda Berdebat Seputar Halal Haram Forex?)
Orang-orang yang menyangkakan tuduhan bahwa trading itu dilarang dalam agama, maka harusnya Dewan Pengawas Syariah di bidang komoditi yang ada di 2 bursa indonesia yaitu ICDX atau JFX, juga Ahli Syariah Pasar Modal (ASPM) untuk saham yang terdaftar di bursa efek tidak akan pernah ada.
Orang-orang yang menyangkakan tuduhan bahwa trading itu gambling, berarti sudah menyangkakan tuduhan kepada para profesional di negeri ini seperti Wakil Manager Investasi (WMI), Wakil Pialang (WPB), Wakil Kepenasehatan, Wakil Sentradana Analyst, Certified Wealth Manager (CWM) dan lainnya adalah profesi para pejudi. Apakah masuk akal??

Saya beri Anda contoh bahwa perdagangan komoditi derivatif selain Over The Counter (OTC) di Indonesia itu underlying-nya jelas, barangnya ada, mutunya terstandarisasi, gudangnya ada, buyer sellernya ada dan semuanya diatur oleh Kemendag melalui Bappebti. Para trader bahkan bisa melakukan kontrak fisik selain cash settlement seperti yang selama ini kita tau.
Bahkan bisnis ini sangat berkah dan bermanfaat karena ketika komoditi CPO, Kopi, Kedelai, Gula, Jagung dsb sedang anjlok, trader di Hedgefund ada untuk melindungi pengusaha & petani supaya bisa melakukan lindung nilai (hedging) dari harga pasar yang fluktuatif.

Forex pun sama, selain digunakan untuk trading & investing ia bisa dimanfaatkan sebagai sarana lindung nilai.  Terhadap risiko kurs bagi para eksportir/importir atau pelaku usaha yang harus menggunakan dua mata uang berbeda. Negara-negara maju sudah menetapkan aturan bagi pengusaha yang ingin mendapatkan akses modal di perbankan harus melakukan lindung nilai di bursa melalui broker.
Kita di Indonesia masih ngomong transaksi pasar komoditi, pasar valas dan pasar modal adalah untung-untungan. Bahkan para pelaku broker sendiri pun LUPA APA FUNGSI sesungguhnya dia ada. Para marketingnya sibuk mengejar lot dan rebate, alhasil mereka berani scamming & menipu calon investor dengan iming iming profit sekian dan sekian. Padahal sesungguhnya fungsi broker itu sangat berkah dan bermanfaat bagi negara, sekarang mereka berubah menjadi bandar pool uang.

Subscribe to this Blog via Email :